Arab Saudi Tangkap 2 Pangeran dan Adik Raja Salman

Berita

Kabar datang dari Arab Saudi yang menangkap 2 anggota kerajaan yaitu Pangeran Ahmed bin Abdulaziz al Saud yang tak lain adalah adik dari Raja Salman, dan juga Pangeran Mohammed bin Nayef, yang mana diketahui merupakan keponakan Raja Salman.

Dua Pangeran dan Adik Raja Salman ditangkap

Keduanya ditangkap di rumahnya tepatnya pada hari Jumat (6/30. Penangkapan dilakukan atas tuduhan berencana mengkudeta Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Dikutip dari CNN Indonesia, penangkapan tersebut diduga karena perintah langsung dari Mohammed bin Salman (Sabtu 7/3).

Akan tetapi, sampai dengan saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Kerajaan Arab Saudi terkait dengan penangkapan dua anggota kerajaan tersebut. Sementara itu, selain menangkap Pangeran Ahmed dan Nayef, pihak kerajaan pun menangkap saudara laki-laki Nayef, Pangeran Nawaf bi Nayef. Mohammed bin Nayef sendiri diketahui adalah salah satu tokoh kontraterorisme Saudi. Ia juga menjadi salah satu putra mahkota sampai dengan tahun 2017, sebelum Raja Salman pada akhirnya mencabut gelar tersebut dan akhirnya memberikannya pada Mohammed bin Salman.

Sementara igtu, Ahmed dikabarkan baru kembali ke Saudi setelah ia menjalani pengasingan di London, Inggris. Hal itu akibat dari skandal pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. Penahanan tiga anggota kerajaan ini pasalnya jadi tindakan tegas terbaru yang mana diambil Mohammed bin Salman.

Mohammed bin Salman saat ini bertanggung jawab langsung untuk pemerintahan Kerajaan Saudi. Dan mengesankan, itu lah kesan yang diberikan padanya. Kinerjanya mendapatkan pujian togel online 2020 dari negara-negara barat dikarenakan ia menerapkan system reformasi sosial. Di sisi lain, ia juga sempat mendapatkan kecaman dari dunia internasional atas tuduhan keterlibatan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi yang berada di Istanbul.

Dugaan Pembersihan Putra Mahkota dan Kudeta Saudi

Dan sekarang Mohammed bin Salman kembali lagi mendapatkan sorotan dunia setelah dirinya diduga menjadi dalang penangkapan tiga anggota kerajaan Saudi itu. Sejumlah pihak pun kemudian melihatnya sebagai bentuk penegakan hegemoni putra mahkota.

Akan tetapi, sebuah sumber di pemerintah Saudi dan juga pemerintah negara Barat menyebutkan mereka dituduh merencanakan kudeta untuk bisa menggulingkan putra mahkota. “Dengan ‘pembersihan’ ini, tak ada saingan yang tersisa untuk menghentikan suksesi putra mahkota,” ungkap sumber di pemerintahan negara barat dilansir dari CNN Indonesia.

Tak Cuma itu, penahanan tersebut juga menggiring spekulasi soal kesehatan Raja Salman (84) dan juga suksesi MBS yang tidak lama lagi. Akan tetapi, sumber yang dekat dengan kepemimpinan Saudi juga melaporkan bahwa “raja dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.” Menurutnya juga, penahanan tersebut dimaksudkan untuk menegakkan “disiplin” dalam keluarga kerajaan.

Sumber tersebut juga mengakui bahwa putra mahkota “memegang kendali” dan juga pembersihan dilakukan setelah “akumulasi perilaku negative kedua pangeran.”

Akan tetapi, ia tak menjelaskan tentang lokasi penahanan ketiganya dan perilaku negative seperti apa yang dimaksudkan.

Penindasan

Dilaporkan dari CNN Indonesia bahwa keterangan dari sumber-sumber itu sejalan dengan sejumlah spekulasi yang mana menyatakan bahwa penangkapan para pangeran tersebut adalah akal-akalan MBS saja untuk memutuskan langkahnya jadi Raja Arab Saudi.

Sejak diangkat sebagai putra mahkota di tahun 2016, MBS terus-menerus menunjukkan hasratnya untuk memperkuat pengaruhnya dalam urusan pemerintahan. MBS langsung ditunjuk Raja Salman untuk bertangung jawab soal pemerintahan di Kerajaan Saudi. Dia juga lah yang memulai reformasi di Arab Saudi.