Usai Asian Games, Indonesia Bidik Tuan Rumah Olimpiade 2032

Prestasi membanggakan memang dicetak Indonesia pada tahun ini. Karena di bulan Agustus-September nanti, Indonesia bakal memiliki helatan akbar yakni Asian Games 2018. Ajang olahraga tertinggi di benua Asia itu memilih Jakarta dan Palembang sebagai tuan rumah bersama. Bisa dipastikan, belasan ribu atlet dari puluhan negara Asia akan datang ke Indonesia untuk saling beradu prestasi olahraga.

 

Persiapan akan event akbar itu sudah dilakukan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Sebetulnya ini bukanlah kali pertama bagi Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Karena pada tahun 1962 silam, Jakarta pernah menggelar ajang olahraga empat tahunan itu. 56 tahun berselang, Asian Games 2018 kembali ke Indonesia dan siap dilangsungkan secara sempurna dengan perkembangan teknologi yang lebih mutakhir.

 

Kendati Asian Games 2018 belum juga dilaksanakan, Erick Thohir selaku Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) sudah memiliki mimpi lain. Pengusaha togel yang memiliki saham di klub sepakbola Inter Milan itu bahkan berambisi menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga tingkat dunia, Olimpiade 2032. Kehadiran Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach untuk pertama kalinya di penutupan Asian Games 2018 akan jadi kesempatan Erick untuk mempromosikan peluang Indonesia.

 

Menurut Erick, kesuksesan pelaksanaan Asian Games 2018 akan jadi bukti kemampuan Indonesia bisa menggelar Olimpiade 2032. Niat Erick inipun didukung oleh Wakil  Presiden Jusuf Kalla. Dengan persaingan tuan rumah pada tahun itu belum banyak dan tak ada China dan Jepang, peluang Indonesia terbuka, seperti dilansir Detik Sport.

 

Anggaran Terbatas, Asian Games Berstandar Internasional

 

Lepas dari ambisi Erick menjadikan Indonesia tuan rumah Olimpiade 2032, Asian Games 2018 sebetulnya masih memiliki sedikit tantangan yakni anggaran yang cair terbatas dan di bawah permintaan INASGOC. Awalnya INASGOC meminta anggaran Rp 8,7 triliun, tapi setelah melakukan efisiensi maksimal, pemerintah menyetujui Rp 5,7 triliun. “Meskipun kami bisa efisiensi, saya jamin standar internasionalnya tidak turun. Efisiensi ini terbesar dari bagian promosi yang akhirnya cuma jadi 2,5% dari total anggaran. Padahal negara-negara lain biaya promosi sampai 20%.”

 

Jika sesuai catatan INASGOC, jumlah atlet plus ofisial tim di Asian Games 2018 mencapai 15 ribu orang dan hingga akhir Mei ini, jumlahnya sudah mencapai 14.900 atlet. Salah satu cabor yang membengkak adalah panahan di mana awalnya ditargetkan ada 28 negara peserta, saat ini sudah 41 negara yang mendaftar. Supaya tak terjadi peluberan atlet yang berpengaruh ke anggaran, INASGOC akan berkoordinasi dengan OCA (Olympic Council of Asia) dan negara-negara peserta untuk menurunkan jumlah peserta.

 

Pascateror, Pengamanan Asian Games Ketat

 

Keamanan mungkin jadi hal yang paling diperhatikan INASGOC untuk Asian Games 2018, apalagi sepanjang Mei ini ada banyak sekali aksi teror di Indonesia. Untuk itu Erick memastikan jika pihak TNI-Polri akan menambah jumlah pasukan untuk mengamankan event itu.

 

“Pastinya ada tambahan untuk keamanan secara khusus. Nanti Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bisa menjelaskan lebih detail. Ini hal penting yang tidak bisa kami beritahu. Baik TNI-Polri sudah merespon positif dan siap memberi kemanan maksimal. Yang terpenting nanti Presiden IOC hadir dan tinggal di Indonesia selama tiga hari saat penutupan. Saya rasa itu hal positif apalagi kalau Asian Games ini sukses, kesempatan kini untuk Olimpiade 2032 terbuka,” tutup Erick.

Pesta Akuatik di Kolam Baru GBK

No Comments

Asian Games 2018

PB PRSI atau Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia menyelenggarakan Test Event Road to Asian Games 2018 untuk cabang olahraga akuatik.  Acara yang mempunyai tajuk CIMB Niaga Indonesia  Open Aquatics Championship 2017 memakai fasilitas renang Gelora Bung Karno (GBK) Aquatics Stadium Senayan Jakarta yang telah selesai direnovasi.

 

Pada acara tersebut ada lima cabang olahraga yang diperlombakan yaitu cabang renang, masters swimming, loncat indah, polo air, serta renang artistik. Ada tujuh yang turut berpartisipasi pada gelaran yang sekaligus merupakan ajang uji coba menjelang diselenggarakannya Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

 

Dari Indonesia sendiri turut berlaga atlet-atlet terbaik dari peringkat senior hingga kelompok kategori umur. Para perenang yang akan turut berkompetisi adalah juara SEA Games 2017 yaitu Siman Sudartawa, Triady  Fauzi, Indra Gunawan, serta Gagarin Nathaniel Yus. Selain itu para perenang muda juga turut serta meramaikan event Bandar Togel Terpercaya ini. Mereka sebenarnya baru tampil pada gelaran SEA Age Group 2017 seperti Farrel Armandio Tangkas, Azzel Zelmi, Adinda Larasati Dewi, serta Azzahra Permatahani.

 

Anindya Bakri yang merupakan Ketua Umum PB PRSI mengatakan bahwa kompetisi tersebut diikuti oleh atlet berbagai kelompok umur hingga senior. Selain itu tujuan diadakannya event yang digelar di kolam baru ini adalah sebagai test event Asian Games 2018 mendatang. Anindya, sebagaimana dalam konferensi pers-nya di Jakarta, juga berharap agar acara di GBK Aquatics Stadium tersebut dapat menjadi momentum yang bermakna bagi kemajuan olahraga akuatik di tanah air.

 

Beberapa cabang olahraga akuatik siap digelar sekaligus untuk memberikan hiburan yang menarik  bagi masyarakat. Masih menurut Anindya, cabang renang akan mulai diperlombakan pada tanggal 10 – 15 desember 2017, dengan peserta berjumlah 1500 atlet dari Singapura, Korea, serta Indonesia. Para peserta ini berasal dari berbagai  kelompok umur atau KU, yaitu tingkat senior dengan kategori 18 tahun keatas, KU-1 dengan usia mulai 16 tahun hingga 18 tahun, KU-2 dengan kategori usia mulai 12 tahun hingga 15 tahun, KU-3 dengan kategori usia mulai 12 tahun hingga 13 tahun, dan KU-4, yaitu untuk peserta berusia 11 tahun ke bawah. Terakhir ada kategori kelompok Elite Open atau tanpa batasa umur dan hanya untuk event grand final.

 

Berikutnya ada cabang loncat indah atau diving yang akan digelar pada tanggal 5 -9 desember 2017 dengan jumlah peserta 100 atlet yang berasal dari India,Thailand, Filipina, Vietnam, Malaysia, serta Indonesia. Tak hanya kelas senior, cabang olahraga akuatik loncat indah juga memperlombakan beberapa kelompok umur, yaitu terbuka (dengan kategori 18 tahun ke atas), KU-A (pada usia 16 tahun hingga 18 tahun), KU-B (pada usia14 tahun hingga 15 tahun), KU-C (pada usia 11 tahun hingga 13 tahun), dan KU-D (pada usia10 tahun ke bawah).

 

Berikutnya adalah renang indah yang sekarang telah berganti sebutan menjadi renang artistik yang juga diperlombakan pada tanggal 6 hingga 8 desember 2017 dengan peserta sejumlah 100 atlet dari seluruh Indonesia. Untuk cabang renang artistik ini pengelompokan umurnya adalah KU-1  yaitu 9 tahun ke bawah, KU-2 adalah mulai usia 10 hingga 12 tahun, KU-3 adalah mulai usia 13 tahun hingga 15 tahun, KU-4 yaitu mulai usia16 hingga18 tahun, dan kategori terbuka yaitu  tanpa ada batasan umur.

 

Untuk kompetisi akuatik cabang polo air atau water polo akan digelar pada 10 desember hingga 15 desember 2017 dengan partisipan sebanyak 150 atlet putra dan  putri. Sementara Masters Swimming 2017 atau bertajuk CIMB Niaga Kejuaraan Renang Indonesia Master diikuti oleh 500-an perenang senior berumur 30 tahun ke atas dan diselenggarakan pada 9 desember 2017

 

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan sendiri mengatakan bahwa gelaran tersebut juga bertujuan untuk menyebarkan energi positif bagi masyarakat agar hidup sehat menjadi budaya dan salah satunya melakui olahraga akuatik.