Libas AS Roma 5-2, Liverpool Tatap Asa ke Final Liga Champions

Babak semifinal leg pertama Liga Champions Eropa 2018 mempertemukan Liverpool dan AS Roma di stadion Anfield, Inggris pada Rabu (25/4) dini hari WIB tadi. Tampil di kandang sendiri, The Reds membuat Roma pulang ke Italia dengan lesu lewat skor mencengangkan 5-2. Sang pahlawan dari pertandingan ini sudah sangat bisa ditebak, si Pangeran Mesir Mohamed Salah.

 

Sejak awal permainan, pertandingan memang sangat seru. Apalagi di menit-menit awal, Roma mampu memberi tekanan lewat Kevin Strootman yang masih bisa digagalkan Loris Karius. Terus ganti menyerang, Roma hampir saja unggul di menit ke-19 waktu Aleksandar Kolarov melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang ditepis Karius. Liverpool sempat mencetak gol lewat aksi Sadio Mane di menit ke-34 yang terpaksa dianulir wasit. Barulah dua menit kemudian, Salah membuat Anfield bergemuruh lewat gol pertama. Saat babak pertama hampir usai, Salah mencetak gol kedua di waktu injury time.

 

Babak kedua dimulai dengan Roma mengganti Cengiz Under dengan Patrik Schick yang tak berdampak apapun. Roma bahkan terus ditekan hingga Liverpool mengubah skor jadi 3-0 lewat gol Mane di menit ke-56. Enam menit kemudian giliran Roberto Firmino unjuk gigi. Meskipun unggul 4-0, Liverpool sepertinya belum puas dan Firmino melesakkan gol kelima saat menit ke-69.

 

Serangan mimpi buruk bagi anak asuh Jurgen Klopp muncul saat Edin Dzeko mencetak gol di menit ke-81 usai menerima umpan dari Radja Nainggolan. Empat menit kemudian, Roma mendapat hadiah penalti yang dilakukan dengan sempurna oleh Diego Perotti. Hasil ini tentu membuka lebar peluang Liverpool dengan menapakkan satu kaki mereka di partai final. Sementara itu Roma haruslah menang dengan skor togel online minimal 3-0 di leg kedua yang digelar di stadion Olimpico, Italia pada 3 Mei 2018.

 

Sempurnanya Liverpool Selama 80 Menit

 

Meskipun menang 5-2, Klopp rupanya tak sepenuhnya puas karena dia menyayangkan dua gol yang disarangkan Roma di gawang Karius. Menurut Klopp, Liverpool tampil sangat sempurna selama 80 menit tapi malah kebobolan dua gol langsung di 10 menit terakhir babak kedua. Meskipun memuji aksi anak asuhnya, Klopp tak memungkiri kesalahan yang membuat Roma bisa mencetak gol.

 

Liverpool Tak Akan Senasib Dengan Barcelona

 

Liverpool tentu tak ingin senasib dengan Barcelona. Sekedar mengingatkan, di babak perempatfinal leg pertama saat itu Barca mampu mengalahkan Roma dengan skor telak 4-1 di Nou Camp. Namun kala Barca pergi ke Italia, raksasa Spanyol itu justru digilas 0-3 yang membuat mereka tersingkir secara menyesakkan dari Liga Champions 2018.

 

Atas apa yang dialami Barca, Jordan Henderson sang kapten Liverpool menilai kalau timnya akan bernasib berbeda. Tak menampik bahwa bertanding di Olimpico tak akan mudah, Henderson cukup yakin kalau trio trisula maut, Firminno-Mane-Salah akan mampu menjawab tantangan dan membuat Liverpool melenggang ke babak final. Seperti Henderson, Klopp juga yakin kalau mereka bisa menang juga di Roma.

 

“Kami harus bekerja lagi di Roma, itu tak masalah. Dari yang saya pelajari malam ini, kami juga bisa memenangi partai kedua. Roma perlu mencetak gol-gol, tapi kami bukanlah Barcelona. Barca adalah salah satu dari dua atau tiga tim terbaik di dunia dan sudah memenangi begitu banyak hal dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, kami tidak. Jadi kami akan berjuang dengan segala upaya,” tutur Klopp.

Dua Kali Seri, Manchester United Makin Tertinggal Dari City

No Comments

Berita Bola

Penggemar Manchester United sepertinya tengah begitu khawatir. Karena klub asal Inggris berjuluk Setan Merah itu tengah ada dalam performa tidak baik dalam beberapa pertandingan terakhir. Tren buruk itu bermula saat MU menjamu rival satu kota mereka, Manchester City. Bertanding di Old Trafford pada 10 Desember 2017, anak asuh Jose Mourinho harus rela dipermalukan City dengan skor 1-2.

 

Beruntung, MU masih bisa bangkit dan memenangkan dua pertandingan berikutnya kala melawan Bournemouth dan West Bromwich Albion. Namun saat berjumpa Leicester City pada 23 Desember dan Burnley pada 26 Desember, MU justru bermain imbang. Bahkan kala melawan Burnley, MU nyaris saja kalah setelah tertinggal 0-2 hingga masa injury time. Beruntung Jesse Lingard mampu menciptakan keajaiban dengan menyumbangkan dua gol sehingga pertandingan berkesudahan 2-2.

 

Jika MU seolah sulit sekali menggapai kemenangan di Premier League, City begitu tak terbendung dan terus saja menggilas musuhnya. Terbaru, tim asuhan Pep Guardiola itu berhasil meraih kemenangan di kandang Newcastle United pada Kamis (28/12) dini hari tadi. Dengan hasil ini, City semakin kokoh di puncak klasemen Premier League dengan 58 poin alias 15 poin lebih unggul daripada MU di posisi kedua yang masih mengumpulkan 43 poin dalam 20 pekan. Nilai ini juga membuat MU semakin ditempel Chelsea di posisi ketiga yang memperoleh 42 poin dari 20 laga.

 

Jadwal Padat MU Jadi Biang Keladi

 

Penampilan kurang memuaskan MU tentu membuat banyak fans cemas. Dalam wawancaranya kepada ESPN, Mourinho mengakui kalau anak asuhannya kurang diuntungkan dengan jadwal dalam periode liburan Natal-Tahun Baru. Dalam kurun waktu 10 hari mulai 23 Desember 2017-1 Januari 2018, MU diharuskan tampil dalam empat pertandingan melawan Leicester, Burnley, Southampton dan Everton.

 

Jadwal padat membuat banyak pemain MU cedera yang tentu tidak bisa tampil dalam penampilan terbaik. Menurut Mourinho, tim-tim rival jauh lebih memiliki jadwal GADIS POKER bersahabat seperti Arsenal dan Tottenham Hotspur yang bisa istirahat tiga hari lebih banyak, lalu Chelsea dengan dua hari lebih banyak dan City yang mendapat sehari libur lebih banyak daripada MU.

 

Pernyataan Mourinho itupun dibenarkan oleh gelandang Nemanja Matic. MU tercatat gagal menang dalam tiga pertandingan terakhir di seluruh kompetisi, padahal sebelumnya MU hanya sekali kalah dalam tujuh pertandingan. “Sulit memang mempertahankan konsistensi karena setiap tiga hari menjalankan pertandingan. Kami tahu kami kelelahan. Tapi kamu juga tahu bahwa tim-tim lain juga bermain setiap beberapa hari. Kami baru memasuki paruh musim. Jadi kita lihat apa yang terjadi di akhir musim.”

 

Belanja Pemain Rp 5,2 Triliun MU Masih Kurang

 

Dua kali seri melawan Leicester dan Burnley seolah membuktikan kalau MU begitu mudah kebobolan gol di menit-menit krusial.  Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah MU keliru saat belanja pemain? Menanggapi hal itu, Mourinho bahkan menyebut jika MU kurang agresif saat belanja pemain sehingga timnya memiliki jarak yang lebar dengan City.

 

Mourinho tak menampik jika City memang tengah unggul atas skuad yang besar dan tangguh. Dirinya pun menyinggung mengenai belanja pemain MU yang mencapai GBP 286 juta (sekitar Rp 5,2 triliun) sejak dirinya menjadi pelatih tahun 2016. “Itu tidak cukup. Harga untuk klub-klub besar itu berbeda dengan klub lainnya. Klub dengan sejarah besar, merek biasanya ‘dihukum’ di bursa transfer.”

 

 

Dirut Persija Ungkap Klub Brunei Tak Mungkin Main di Liga 1

No Comments

Berita Bola

Gede Widiade, Dirut Persija Jakarta mengatakan pendapatnya soal keinginan klub asal Brunei Darussalam yakni Pengiran Muda Mahkota atau DPMM FC yang ingin gabung di kompetisi Liga 1 2018.

Pendapat Gede

Gede sendiri mengatakan bahwa banyak sekali persiapan dan pertimbangan juga waktu yang sangat panjang untuk bisa memutuskan keikutsertaan kluh yang mana sebelumnya tampil pada kompetisi sepak bola Singapura yakni S-League itu.

Katanya, “Apa mungkin (DPMM FC ikut di Liga 1)? Enggak lah. Butuh waktu yang panjang untuk bisa memutuskannya. Harus dibicarakan di rapat Exco atau Komite Eksekutif. Semuanya kan harus harus adil. Klub yang promosi degradasi gimana?”

Dilansir dari CNN Indonesia bahwa ia juga menegaskan bahwa pihak terkait di dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru dan PSSI haruslah melihat lebih rinci terkait dengan nilai positif dan juga negatif yang kemungkinan bakal muncul apabila DPMM FC menjadi peserta. “Karena memang keputusannya nggak bisa secepat itu dong. Harus dibicarakan di Kongres Tahunan dan Exco karena itu adalah sebuah kebijaksanaan yang amat sangat fundamental,” ujarnya lagi saat ditemui kemarin, Rabu (27/12).

Pria yang berprofesi sebagai pengusaha juga itu melanjutkan bahwa klub itu adalah juara di kompetisi yang mana diikuti sebelumnya. Kemungkinan memang ada sisi positif yang bisa diambil. Namun apabila memang tidak ada, bisa jadi akan muncul polemik yang negatif dari kehadiran peserta tambahan tersebut.

Pandangan Tentang DPMM FC

Klub DPMM sendiri pasalnya sudah bermain di laga S-League sejak tahun 2009. Dan mereka pasalnya pernah sukses menjadi juara di musim 2015. Pada kompetisi S-League yang ada di musim lalu, DPMM FC berada di urutan ke-10 klasemen yang seluruh pesertanya berjumlah 12 klub. Dan di S-League sendiri tak mengenal degradasi dan promosi. “Tapi semuanya juga tergantung pada regulasi. Tak mungkin selonong tahu-tahu saja langsung masuk (ikut kompetisi). Kan ada sistem bakunya yang mana mengatur siapakah yang boleh main,” imbuhnya.

Sebelumnya memang DPMM FC sudah berkomunikasi dengan PSSI melalui Asosiasi Sepak Bola Brunei Darussalam terkait dengan keinginannya untuk bisa bermain di Liga 1 2018. Selain mereka ingin tampil di Liga 1 itu, mereka juga sempat mempertimbangkan bahwa mereka akan ikut juga ke Liga Super Malaysia atau MSL.

Hanya saja pengelola MSL meminta kepada DPMM FC untuk memakai pemain dari Malaysia dan menjadikan pemain dari Brunei Darussalam sebagai legiun DEWA POKER asing. Dan regulasi itu lah yang dianggap oleh tim manajemen sebagai regulasi yang tak masuk akal dan pada akhirnya memutuskan untuk tetap saja bertahan di S-League.

“DPMM FC mengonfirmasikan bahwa mereka tetap berpartisipasi di laga S-League musim 2018,” ungkap manajemen resminya lewat laman resmi mereka belum lama ini.

Batal di Liga 1 Indonesia dan Gonjang Ganjing Kepastian

Batalnya kemungkinan DPMM FC untuk ikut main di Liga 1 Indonesia sudah santer terdengar. Ada permasalahan terkait dengan regulasi. Juga kuota pemain muda yang mana diterapkan oleh FAS (Federasi Sepak Bola Singapura) menjadi satu buah alasan mengapa mereka juga ingin ke luar dari Liga Singapura.

Akhirnya pihak dari DPMM FC mengeluarkan suara terkait dengan ini. Yang mengejutkan adalah mereka pasalnya akan tetap akan bermain di Liga Singapura 2018. Mereka mengatakan bahwa FAS dan juga Singapura selalu menghargai keikutsertaan mereka pada Liga ini.

 

Mauricio Pellegrino Tak Bisa Kontrol Isu Virgil van Dijk

No Comments

Berita Bola

.Virgil van Dijk tidak dimainkan oleh skuad Southampton untuk dua pertandingan berturut-turut. Hal ini memicu berbagai spekulasi tentang isu keluarnya Virgil van Dijk. Bagaimanapun, isu ini memang tidak bisa dibendung. Bahkan, sang manajer Southampton, Mauricio Pellegrino tidak bisa menghindarinya. Apalagi, usai pertandingan melawan Tottenham Spurs dimana Southampton juga akhirnya takluk. Tidak sedikit yang beranggapan jika absennya Virgil van Dijk menjadi sebab lemahnya berisan pertahanan Southampton.

Alasan Virgil van Dijk Absen, Masalah Taktik

Manajer Southampton Mauricio Pellegrino menolak menanggapi tentang masa depan Virgil van Dijk setelah bek tersebut tidak digunakan dalam strategi permainan saat skuadnya mengalami kekalahan yang cukup besar dengan Tottenham Spurs dimana skor berakhir 5-2 pada Boxing Day. Absennya Virgil van Dijk yang dianggap menjadi penyebab kekalahan tersebut, memicu spekulasi sbobet bahwa sang bek telah dikeluarkan dari skuad utama.

Ya, pemain internasional asal Belanda tersebut tidak dilibatkan pada pertandingan spesial hari Sabtu kemarin dan terhitung sudah dua pertandingan berturut-turut dia absen. Hanya saja Pellegrino bersikeras bahwa keputusan tersebut bersifat taktis. Artinya, anggapan bahwa pemain asal Belanda itu telah dikeluarkan dari skuad adalah hal yang keliru. Tapi jika benar dia keluar, tentu akan segera diketahui beritanya.

Jika kabar ini benar, jika van Dijk telah dipecat dari skuad Southampton, maka bukan tidak mungkin jika dirinya akan berada di bursa transfer bulan Januari nanti. Menurut rumor, saat di bursa transfer tersebut van Dijk akan berangkat dengan ketertarikannya pada pemimpin klasemen Premiere League saat ini, yakni Manchester City. Namun, kabar ini belum bisa dipastikan kebenarannya.

“Saya memutuskan bahwa ini yang terbaik untuk tim. Saya tahu bahwa tentang Virgil ini akan ada banyak spekulasi tapi ini keputusan saya,” kata Pellegrino. Dia melanjutkan; “Itu alasan taktis, manajer menentukan yang mana yang terbaik untuk setiap pertandingan, kami menang, kami imbang, kami kalah dengan atau tanpa Virgil di skuad saat ini, saya punya banyak pemain yang bisa dimainkan.

“Sekarang dia adalah bagian dari klub kami dan kami tahu bahwa Virgil adalah pemain penting bagi kami, tapi kami akan melihat apa yang akan terjadi di masa depan,” jelasnya. Hanya saja, tentang spekulasi atau rumor yang berkembang di luar, Pellegrino mengaku tidak bisa mengendalikannyal. Dia mengatakan; “Saya tidak bisa mengendalikan spekulasi dan kabar dari luar.”

Selalu Ambil Hal Positif

Permainan Spurs bersikap ofensif ketika di Wembley. Meskipun penampilannya buruk dan tanpa kemenangan, ini membuat mereka turun peringkat di Premiere League. Pellegrino, bagaimanapun, lebih suka mengambil hal positif dari penampilan timnya, terutama penampilan babak kedua mereka di stadion nasional yang membuat mereka mencetak dua gol.

“Kami bereaksi dengan baik di babak kedua saat kami mencetak gol pertama untuk membuat skor menjadi 2-1,” katanya. Dia melanjutkan; “Dan kemudian mereka mencetak gol ketiga dan sejak saat itu benar-benar sulit untuk kembali. Tapi setidaknya kami menunjukkan wajah, kepribadian dan karakter lain di babak kedua, tapi kami juga harus mengucapkan selamat kepada lawan yang benar-benar tepat dalam memanfaatkan peluang yang mereka miliki.

“Kami melihat striker dengan banyak kualitas dan mereka tidak memerlukan banyak kemungkinan untuk mencetak gol dan kami juga membuat terlalu banyak kesalahan. Tapi sebagai seorang manajer, saya bisa menarik banyak kesimpulan dari situasi seperti ini dan menyadari bagaimana orang bereaksi pada saat-saat sulit. Dan kita bisa menarik banyak hal mulai hari ini,” jelasnya.

Suarez Dan Paulinho Bintang Barcelona Vs Deportivo (4-0)

No Comments

Berita Bola

Luis Suarez dan Paulinho keduanya mencetak dua gol saat Barcelona mengalahkan Deportivo La Coruna 4-0 untuk meraih enam poin di puncak klasemen La Liga, Minggu (16/12).Kedua pemain tersebut mencetak gol di babak kedua di Nou Camp, dengan striker asal Uruguay yang membuka skor di menit ke-29 sebelum Paulinho menggandakan keunggulan di menit ke-41.Mereka terlihat sangat kompak dan bermain impresif.

Jalannya Pertandingan yang Seru

Pertandingan benar-benar berlangsung sangat seru setelah kemudian Suarez menambahkan satu gol lagi dan gelandang Brasil menyelesaikan pertandingan dengan sangat baik di menit ke-75 sekaligus membuat Barcelona unggul enam poin dari Athletico Madrid, sementara Deportivo tetap berada di urutan ke-17. Barcelona bisa saja menambah penghitungan mereka juga, berbagai kesempatan belum bisa dimaksimalkan.Bahkan, Lionel Messi yang mendapat penalti tidak bisa mencetak gol karena tendangannya berhasil diselamatkan oleh kiper Deportivo Ruben.

Tuan rumah memulai dengan cepat di Nou Camp, dengan Lionel Messi terus melakukan serangan walau masih meleset. Bahkan tendangan Messi melaju di atas mistar gawang pada menit keempat sebelum bola menembus bagian belakang gawang bandar togel singapore tidak lama kemudian. Hanya saja, Paco Alcacer dianggap telah offside sebelum akhirnya Suarez mencetak gol.

Ruben terlihat dalam kondisi bagus pada hari Minggu itu.Namun, setelah melakukan dua penyelamatan cepat dari Messi dan Aleix Vidal, ia dihantam oleh gol pembuka dari Suarez pada menit ke-29.Andres Iniesta menghasilkan umpan luar biasa dari pertengahan babak kedua untuk memilih Messi di sebelah kiri kotak penalti, yang mengkuadratkan bola agar Suarez mengambil langkah yang tepat.

Sebelum babak pertama usai, terlihat dengan jelas jika Suarez berusaha sangat keras untuk mencetak gol, namun Ruben berhasil menyingkirkan langkahnya.Disinilah terdapat kontrovesi karena tidak adanya teknologi untuk melihat apakah bola melewati garis atau tidak.Tapi, usaha Suarez benar-benar membuat siapa saja yang melihatnya merasa takjub.Dia berusaha dengan sangat keras.

Man of The Match; Suarez

Walau Ruben telah berhasil menghadang, begitu juga dengan tendangan Suarez yang dianggap tidak sah, hal itu tidak menghentikan Suarez untuk mencetak gol keduanya pada pertandingan kedua setelah jeda.Ini adalah pertandingan yang sangat menarik dimana gol-gol dari Barca telihat begitu rapi dan sempurna.Bagaimanapun, para penggemar melihat klubnya bermain dengan sangat impresif atau mengesankan.

Kesempatan terbaik Messi untuk meraih skor di menit 70 sebenarnya telah tercipta.Namun, sang kiper lawan, Ruben berhasil menebak ke arah mana bola akan dikirimkan. Ini membuat usaha Messi tidak membuahkan hasil.Walau demikian, Suarez benar-benar telah mendapatkan berbagai pujian.Bahkan, Paulinho juga menjadi bintang atas usaha yang dilakukan dan gol kedua yang diciptakannya.Baik Suarez maupun Paulinho telah membuat Barca semakin unggul dengan merebut poin penuh.

Lalu, siapakah pemain yang pantas mendapatkan gelar Man of The Match?Walau Suarez dan Paulinho seperti bintang malam itu, tidak bisa dipungkiri jika Luis Suarez-lah yang pantas menjadi bintang pertandingan malam itu.Memang Suarez di berbagai pertandingan sebelumnya belum memperlihatkan kemampuan penuhnya, namun pada pertandingan melawan Deportivo, sangat terlihat sekali dia mengeluarkan semua yang dia miliki.

Ya, meskipun Messi tidak mencetak gol malam itu, Suarez telah membuat Barcelona semakin tak terbendung untuk meraih posisi tertinggi di puncak klasemen.Kini, Barca juga sangat bersiap untuk pertandingan hebat El Clasico. Namun, ada kendala saat sang manajer mengatakan jika salah satu pemainnya, Paco Alcacer harus absen. Kita akan lihat nanti bagaimana sang manajer mengatur klub Catalan tersebut.

Mantan Bos West Ham Slugg Bilic Masih Timbang Opsi Lain

No Comments

Berita Bola

Sebuah klub sepakbola merupakan perusahaan dimana setiap orang yang berada di dalamnya tidak jauh berbeda seperti antara pemilik perusahaan dan karyawan. Saat karyawan dipecat atau mengundurkan diri, maka dia juga akan berusaha mencari pekerjaan yang lain. Nah, mantan bos West Ham, Slugg Bilic juga sepertinya sama. Saat ini dia masih dalam posisi mencari pekerjaan yang tepat bagi dirinya. Walau demikian, kecintaan terhadap Premiere League sepertinya tidak akan mudah dihilangkan.

Menimbang Opsi, Bertahan di Premiere League

Mantan manajer West Ham Slaven Bilic mengatakan dirinya masih mempertimbangkan pilihan untuk pekerjaan berikutnya walau dia tetap lebih memilih untuk tetap tinggal di Liga Primer. Hanya saja, dia belum memastikan klub mana yang akan diasuh selanjutnya. Kabarnya sudah ada beberapa klub yang minat untuk memberinya kontrak.Kira-kira klub manakah?

Seperti diberitakan jika Bilic telah absen sejak awal November saat dia dipecat oleh West Ham.Saat ini, dia telah dikaitkan dengan kekosongan kursi manajer di Swansea dan juga telah disebutkan sebagai kandidat potensial untuk Middlesbrough, yang berpisah dengan Garry Monk pada hari Sabtu.Ini bisa menjadi kabar yang baik bagi dirinya. Tapi, dia sendiri belum memastikan akan kemana.

Ketika ditanya tentang rencananya, Bilic mengatakan: “Banyak orang menelepon dari sini atau di luar negeri.Banyak orang menelepon dan saya mempertimbangkan pilihannya. Saya istirahat sekarang, saya telah bekerja 12 tahun, hari demi hari, dan selalu ada di sana, bahkan di masa liburan musim panas, jadi saya butuh istirahat dan saya menikmati saat ini dan menikmati barang-barang ‘membosankan’. dan menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

Tetap Ingin Berkontribusi pada Klub

Walau dia mengatakan menikmati waktu sekarang ini, bukan berarti dia akan selamanya seperti itu. Dia mengatakan; “Saya tahu posisi saya di peta manajer atau pelatih dan tahu saya mungkin bisa menunggu sebentar lagi.Tapi saya tahu saya bukan salah satu (manajer) yang terhebat yang dapat mematikan telepon (ajakan kontrak) mereka selama setahun dan kemudian mengatakan sekarang saya kembali. Jadi, jika ada sesuatu yang benar-benar bagus, saya akan mempertimbangkannya, saya sudah sedikit merindukannya, ada di pembuluh darah, tapi saya juga butuh istirahat. ”

Ketika ditanya apakah dia lebih memilih untuk tinggal di Liga Primer, dia menambahkan: “Saya suka di sini, saya berada di sini sebagai pemain dan manajer dan saya tidak merasa aneh disini dan tidak ada hambatan bahasa. Inilah tempatnya.Tapi tidak harus begitu, jadi lebih tergantung pada klub atau proyeknya. Jika proyek bagus dan klub bagus berasal dari negara lain, saya mungkin akan melakukan itu. ”

Bilic, yang mengelola Kroasia antara tahun 2006 dan 2012, juga mengatakan bahwa untuk kembali ke sepakbola internasional, sepertinya tidak ada dalam agendanya. Dia berkata: “Saya berada di sana selama enam tahun ditambah dua tahun di tingkat U-21 di Kroasia.Saya sangat menikmatinya.Saya adalah manajer negara domino qiu qiu saya dan tidak ada kehormatan yang lebih besar dari itu, dan tanggung jawab dan tekanan, tentu saja, jadi itu sangat membantu saya – dan saya melakukannya saat saya masih sangat muda.

Walaupun begitu, dia tetap menghormati karirnya di dunia sepakbola internasional.Akan tetapi, pengaruh Premiere League sepertinya sangat kuat pada dirinya sehingga membuatnya lebih menyukainya apalagi di usianya saat ini.Bagaimanapun, Premiere League juga menawarkan sesuatu yang lebih menarik.Apalagi saat ini persaingan di Premiere League juga semakin ketat.